Senin, 24 Juni 2013

Mungkinkah...???


Persembahan teruntuk jiwa-jiwa pejuang yang akan memulai  menciptakan sejarahnya.

Sahabat, ketika kita melihat orang-orang  yang menurut kita luar biasa, seperti misalnya motivator termahsyur pak Mario, penulis hebat semisal Aidh Al-Qarni yang dapat merangkumkan satu buku hanya dengan beberapa jam diatas pesawat,  dan Bong Chandra seorang developer termuda yang sukses di usia muda 22 tahun telah berhasil membangun proyek perumahan pertamanya dengan investasi Rp.180 miliar. Kebanyakan dari kita akan memandangnya sebagai sesuatu yang begitu “wah” dan seolah mengawang-awang bahwasanya kita tidak dapat melakukan hal-hal hebat, sehabat orang-orang  sukses lakukan. Hal inilah yang menjadikan dasar perbedaan antara orang sukses dan orang belum sukses. Orang yang belum juga sukses selalu menjadikan realitas dan fakta sebagai pembatas dan dasar tindakannya, sementara orang yang telah sukses telah berhasil menjadikan keinginan dan harapannya sebagai pembatas dan dasar tindakannya. Seorang yang sukses akan senantiasa mengubah fakta sesuai dengan tujuannya, sedangkan seorang yang tidak akan sukses, selalu mengubah tujuannya sesuai keadaan.

Jikalau kita menenggok kebelakang, mengusik masa lalu dari orang-orang yang telah berada dipuncak sukses, tentu kita akan menemukan bahwa keahliaan seorang yang menurut kita luar biasa itu adalah hasil dari kerja keras dan kebiasaannya. Ambilah ibrah dari kisah berikut.

Pada suatu hari, selama bertahun-tahun, hidup seorang raja yang setiap harinya ia lalui dengan berlatih pedang. Suatu hari ia berinisiatif untuk menunjukkan kepada rakyatnya akan kehebatanya yang luar biasa. Singkat cerita, sang rajapun berhasil memperlihatkan keahliannya menggunakan pedang dengan berhasil melumpuhkan puluhan lawannya. Tak disangka, dari sorak-sorai penonton yang hadir, tiba-tiba datang seorang kakek membawa botol minyak dan kantongan ke tengah lapangan pertandingan dan berkata kepada raja “paduka raja, yang engkau lakukan itu hanyalah hal biasa” sontak raja merasa geram kepada si kakek dan juga bingung apa maksud dari sang kakek melontarkan pernyataan seperti itu. Kemudian si kakek meletakkan botolnya ke tanah, tampak pada bibir botol itu memiliki lubang yang sangat kecil, selanjutnya si kakek menuangkan minyak dari kantongan kedalam botol itu. Apa yang terjadi? Raja dan seluruh yang hadir menyaksikan kejadian itu dibuat terperangah akan apa yang baru saja mereka lihat. Sang kakek mampu menuangkan minyak ke dalam botol tanpa ada sedikitpun minyak menyentu bibir botol. Sang kakek berkata “ hal yang saya lakukan ini bukanlah hal yang luar biasa, ini hanyalah kemampuan yang saya miliki berkat dari kebiasaan saya sebagai tukang minyak. wahai raja, sebenarnya kemampuanmu menggunakan pedang tak patutlah terlalu kau banggakan karena itu hanyalah hasil dari keseringan atau kebiasaanmu menggunakan pedang.

Sahabat, nilai moral dari kisah ini mengajarkan kita bahwa hanya butuh kebiasaan untuk ahli atau berhasil pada bidang yang kita inginkan. Dengan kata lain bahwa untuk menjadi seperti seseorang yang menurut kita sukses, kita hanya perlu melakukan sesuai dengan apa yang dilakukan orang yang menurut kita sukses.apakah sesederhana itu? Ya, memang hanya sesederhana itu. Sudah tahukah Anda tentang faktor 10.000 jam? Kalau kita menyaksikan bagaimana maradona mencetak gol, Ippho Santosa dengan cretive marketingnya, ustas Felix Y. Siauw seorang muallaf yang pemahaman islamnya lebih baik dari pada muslim keturunan. Keberhasilan senior-senior kita ini merupakan hasil dari faktor 10.000 jam yang telah mereka lalui. Bahwa keberhasilanya merupakan hasil dari kerja kerasnya untuk terus mengasah passionnya dengan menginvestasikan tenaga dan waktu mereka lebih banyak.

Berhentilah membelenggu dirimu dengan angan-angan kosong, yakinlah sahabat bahwa semuanya itu mungkin dengan mengubah mind set terlebih dahulu kemudian bangkitlah dan say to your self, what you went become, then do the things that will make you what you went. It will not be easy, because it will all depend mostly on your resolved. Its not for everyone. Katakan pada dirimu sendiri, apa yang kamu inginkan? Kemudian lakukan apa yang membuatmu dekat dengan apa yang kamu inginkan. Ini tidak akan mudah, karena itu semua bergantug pada kesungguhan Anda (Mario Teguh).

Sahabat, sebelum saya mengakhiri tulisan ini. Ada sedikit lagi tambahan kunci  sukses seseorang, yaitu ia berhasil untuk tidak pernah meremehkan apa yang telah ia lakukan, bahwa ia selalu mensyukuri sekecil apapun prestasi yang ia lakukan. Mulailah dari satu langkah kecil, dengan tidak merasa apa yang kita lakukan hanyalah titik kecil yang tidak berarti. Ingatlah kawan, setetes nila bisa merubah susu sebelanga, sebuah puzzle tak akan utuh jika satu saja kepingannya tidak ada, seorang pelari tidak akan pernah menjadi juara jika ada satu langkah saja yang ia hapuskan.

2 komentar ( +add yours? )

Blog Informatika mengatakan...

Subhanallah.....
syukron motivasinya ukhtiiii.... :)
slain jd pengusaha ukhti jg cocok jadi motivator..
tinggal dikmbangkan lagi..........
SEMANGKA!!!! (Semangat Karena ALLAH) :D

Muliati Ayae Mahyuddin mengatakan...

alhamdulillah ukhtiy.. syukron uda ngeluangin waktunya untuk baca :)

Posting Komentar