Rabu, 01 Januari 2014
#1Hari1Ayat: Kebenaran adalah barang carian seorang mukmin

Katakanlah (Muhammad),"Apakah kita akan memohon kepada sesuatu selain selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan
tidak (pula) mendatangkan mudharat kepada kita, dan (apakah) kita
akan dikembalikan ke belakang, setelah Allah memberi petunjuk kepada
kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di bumi, dalam keadaan kebingungan."Kawan-kawannya mengajaknya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan), “Ikuti
kami.” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang
sebenarnya); dan kita diperintahkan Agar berserah diri kepada Tuhan
seluruh alam, (QS. at-Taubah: 71)
Kita semua
adalah penuntut ilmu ALLAH SWT, tapi dengan banyaknya pemikiran kita merasa
bingung. Diantara kita ada yang berkata, bukannya kita ini sama al-Qur'an dan
hadisnya, tapi kenapa kita berbeda pemikiran? Akhirnya apa yang terjadi? Disatu
pihak dikenal penyakit futur, yang disebabkan ia merasa bingung dengan
keanekaragaman pemikiran yang ada di Indonesia ini.
Maka dari
itulah, seorang penuntut ilmu apabila ia tidak bersungguh-sungguh untuk
menuntut ilmu, barangkali ia akan terhempas oleh arus syubhat. Gangguan-gangguan
dari orang yang tak suka akan kebenaran begitu luar biasa. Hanya orang-orang
yang diberikan oleh ALLAH rahmat dan kasih sayang-Nyalah yang mampu untuk
melihat kebenaran.
Sahabat, ada
beberapa sebab menegapa seseorang berada dalam kebingungan:
1. Kedangkalan ilmu kita terhadap Qur'an dan Hadis.
Obat dari
sebab yang pertama ini adalah talabul ilmu. Jadi sahabat mari kita menuntut
ilmu dengan bersungguh-sungguh, karena sejatinya ilmu jauh lebih berharga dari
pada dinar.
2. Jauhnya dari Ulama.
Sebab
kehancuran yang kedua ini, adalah jauhnya kita dari para ulama. maka perlu bagi
kita untuk menuntut ilmu kepada para ulama dan memahami hakekat ulama
sebutulnya.
3. Tidak adanya kesungguhan untuk mencari kebenaran
Banyak faktor
yang menyebabkan kita tidak bersungguh-sungguh, diantaranya: malas, dan sebuk
mengurusi syahwatnya: sibuk dengan urusan dunia dan jauh dari akhirat.
4. Banyaknya syubhat yang meraja lela.
Syubhat
adalah segala alasan yang dijadikan dalil untuk membenarakan peyimpangan.
Nah sahabat, walaupun tulisan ini begitu singkat,
tapi sungguh ilmu yang kita porelah ini sangatlah bermanfaat. Semoga ALLAH Ta'ala memberikan taufik kepada
kita semua untuk mampu menuntut ilmu, mengamalkannya, dan istiqomah di
jalan-Nya. aamiin
Notes from ceramah ust. Yahya Badrusalam, Lc.
Label:
#1Hari1Ayat
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Twitter
Facebook
0 komentar ( +add yours? )
Posting Komentar