Jumat, 31 Januari 2014
Nilai Seorang Manusia
Janganlah kamu bersikap lemah, dan
janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang paling tinggi,
jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali-Imran [3]:139)
Sahabat, sering kali kita temui
teman-teman yang ada disekitar kita begitu tidak mensyukuri akan nikmat yang
telah dianugrahkan Allah kepadanya. Dengan selalu menganggap dirinya sebagai
manusia biasa yang tidak berharga, tidak punya apa-apa, dan mengatakan dirinya
bukan siapa-siapa. Perasaan seperti itu telah membelenggu jiwa-jiwa mereka
dikarenakan seringnya membanding-bandingkan diri mereka dengan orang lain. Salalu
merasa kecil, mersa miskin, merasa minder, apalagi ketika melihat orang lain
menyetir mobil, sementara dia menyetir sepeda butut misalnya. Bukankah itu
berarti teman kita ini telah mengukur derajat dirinya dibawah uang? Sungguh
mengerikannya, gara-gara uang, jabatan, pakaian, kita menghinakan diri kita
sendiri, melecehkan Dia yang telah menciptakan kita dengan beribu banyak
potensi yang luar biasa.
Kawan, bukankah Allah telah
menciptakan kita sebagai makhluk yang paling tinggi, Allah telah menciptakan
manusia dalam sebaik-baik bentuk. Bahkan Dia juga memerintahkan malaikat sujud
pada manusia untuk penghormatan. Betapa kita manusia mampu melakukan sesuatu
yang tidak bisa dilakukan malaikat. Apakah malaikat mampu melakukan jihad fii
sabilillah, istigfar, dan sedekah, menamai segala sesuatu, berkreasi,
menganalisis, menjalin ukhuwah, membentuk keluarga, dan keturunan, dan
membangun peradaban? Jawabannya, TIDAK! Malaikat jelas tidak mampu melakukan
semua itu, tapi justru kitalah manusia yang telah dititipkan Allah potensi yang
sangat luar biasa yang bisa melakukan semua yang saya sebutkan diatas.
Potensi yang Allah telah berikan
kepada kita sungguh amat berharga, mau buktinya? Coba jawab pertanyaan berikut.
Apakah sahabat mau menukar mata sahabat dengan emas sebesar gunung uhud, atau
menjual pendengaran sahabat seharga perak satu bukit? Apakah sahabat mau
membali istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah sahabat, hingga
sahabat bisu? Maukah sahabat menukar kedua tangan sahabat dengan mutiara,
sementara tangan sahabat buntung? Begitulah sebenarnya sahabat, kita manusai
berada dalam kenikmatan tiada tara dengan potensi yang sangat berharga.
Syukurilah
anugrah yang telah diberikan Allah kepada kita dengan menerima diri kita apa
adanya, mencintai diri kita dalam keadaan apapun, dan tidak
membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain kalau hanya untuk menyiksa
diri, dan mulailah menggali potensi diri untuk menambah kualitas dan
mempercantik diri. Maka dijamin deh, uang, jabatan, dan pasangan terbaik akan
datang dengan sendirinya. Sahabat,
INGAT!! dunia ini tidak memberi tempat kepada orang-orang kerdil yang
selalu merasa dirinya bukan siapa-siapa. Orang kerdil itu selalu terpinggirkan.
Hanya pohon yang berani diterpa topan yang akan menjadi besar. Sementara,
rumput kecil dia terus diinjak-injak orang. God bless you my best friend
Referensi
Befikir, Bersikap, dan Bereaksi ala Pemenang,
La Tahzan
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Twitter
Facebook

0 komentar ( +add yours? )
Posting Komentar