Rabu, 17 Desember 2014

Sebab Akibat

Suatu kali aku sangat membenci sebuah sebab,
dan menanyakan mengapa ia harus selalu ada mengawali sebuah akibat.
Datang dan menodai secara sempurna apa yang tadinya dapat suci dan murni.

Tidak semua peristiwa butuh sebab akibat.
Seperti halnya cinta,
yang tak butuh sebab kemudian hadir,
yang tak butuh alasan kemudian dapat tumbuh.
Kerena cinta tahu, rasa yang sarat beban pamrih,
akan hilang, beriring hilangnya sebab-alasan mencintai.

Kemudian cinta,
mencoba mengartikan dirinya sendiri.
Apakah ada selain cinta-Nya,
dan reperesentasi cinta-Nya dalam wujud ibu
yang tak butuh alasan untuk mencintai
Samata Gowa, 08 Desember 2014

0 komentar ( +add yours? )

Posting Komentar